always greysonator
Rabu, 22 Februari 2012
contoh cerpen
”Sang pengkhayal”
by : s. maiyusri
Malam ini hujan deras ketika di malam minggu membuat
orang-orang memutuskan untuk tidur mengambil selimut dan memejamkan matanya. Bagi
mereka yang lagi malam minggu ? Entahlah itu tidak masuk bagian dari cerpen
ini.
“Malam ini dengan siapa? Sapa sang penyiar yang lagi ngangkat telpon
dari salah satu klien curhatnya.
”Malam juga penyiar ini Mr
X dari negri entah berantah.” jawab si penelpon yang asal ngomong aja.
”Malam ini Mr X mau curhat masalah apa nih ?
”Jadi malam ini edisi curhat-curhatan
ya?” tanya sipenelpon yang kayaknya nggak ngikutin acara radio yang telah
berlangsung satu setengah jam.
”Ok deh, kebetulan aku
juga butuh teman curhat nih. Gini penyiar aku punya cewek nih. Jadi tadi dia
mutusin aku gitu tanpa sebab yang jelas. Waktu aku tanyain apa salah aku dia cuma
bilang makasih padaku atas kebersamaan kita selama ini. Dan makasih karena aku
telah gantiin posisi cowoknya yang jauh darinya.”
”Maksud kamu? Duh kayaknya
sipenyiar nggak nyambung-nyambung ya, maklum signal sudah mulai kurang kan udah
larut malam.
”Gini, cewek itu punya
cowok dijakarta. Karena jarak mereka yang jauh, jadi dia ngerasa kesepian.
Karena kami selama ini dekat jadi dia sering berbagi cerita sama aku dan karena
kedekatan itulah kami memutuskan untuk berhubungan lebih dari sekedar teman.”
”Waktu kalian jadian apa
tuh cewek udah mutusin pacarnya yang ada dijakarta itu?”
”Belum sih, tapi aku
mau-mau aja karena aku rasa dia bisa ngelupain pacarnya tersebut. Kan dia sudah
punya aku yang lebih perhatian dari cowoknya itu.”
”Dunia ini nggak dapat
dipastikan Mr X. Kalau menurut aku itu terjadi karena kecerobohan kamu juga. Ya
saran aku, sebaiknya kamu lupain dia, lupain kejadian itu, anggap itu tidak
pernah terjadi. Mungkin saja tuhan akan mengirimkan seorang cewek yang lebih
baik dari dia OK.
” Akan aku usahain deh.
Makasih penyiar.” jawab Mr X dengan suara memelas.
”ya sama-sama.”
Itulah sepenggal dialog
antara penyiar dan penelpon yang baru saja aku dengar. aku memang suka
mendengarkan curhatan-curhatan
dari teman-temannya maupun dari radio seperti tadi karena dari pengalaman yang aku
dengar bisa mendalami arti hidup dan mengambil hikmah dari setiap cerita yang
didengarnya.
Dalam hati aku berbisik
”Tuh cowok bodoh amat sih
mau aja ngelakuin hubungan yang nggak jelas kayak gitu. Kalau nggak laku sabar
aja. Liat ne aku enjoy-enjoy aja tu. Ah aku nggak boleh berfikiran kayak gitu.
Toh kalau kamu diposisi itu belum tentu kamu bisa sebijak yang kamu kira. Kata
orang cinta itu buta.”
Tiba-tiba suara merdu ”Ello”
menemani malam-malam sunyiku. Sedikit demi sedikit tubuh ku mulai bergerak dan
kemudian bergoyang mengikuti Lantunan lagu ”masih ada”, lagu kesayangan ku yang
kebetulan isi liriknya aku banget.
Malam semakin larut. Aku tidak bisa menolak
perintah otakku untuk segera tidur dan melepaskan earphone dari telinga.
Bunyi alarm dari handphone
pun membuat ku terbangun. Aku harus bergegas karena akan mengantarkan adik
kemesjid untuk didikan subuh.
Sepulang dari mengantarkan adik dan setelah shalat
subuh. Aku bersama ibu dan ayah jalan-jalan pagi disekitaran kota painan yang
belum begitu terpolusi.
Ditengah perjalanan aku bertemu dengan Rian, teman
sekelas ku dulu waktu di SMP. Aku pun berusaha melempar senyum kepadanya. aku
tak menyangka senyumku akan dibalas ramah oleh Rian. Sejak kejadian itu sampai
sekarang aku dan Rian memang tidak pernah tegur sapa. Setiap kali berpas-pasan
Rian acap kali memalingkan wajahnya dari ku.
Kejadian itu dimulai sejak
aku duduk dikelas VIII. Saat aku memutuskan untuk tidak menerima perasaan
melebihi teman dari Rian ( tapi sebenarnya dia belum menyampaikannya padaku). aku
merasa masih tergolong anak-anak dan belum cukup umur untuk melakukan hubungan
dengan seorang cowok yang melebihi teman.
” Mek ada yang kirim salam
sama kamu ,( cie.... suit suit....)”
” Siapa?” aku nanya dengan tampang serius, tapi
dalam hati...entahlah hanya Allah yang tahu.
”Rian”
” kalau gitu bilang sama
dia waalaikumusalam dari aku ya.”
Jujur aku nggak respect
sama sekali karena aku kira teman-teman hanya becanda. Tapi, besoknya...
” Mek tahu nggak? Rian dan Yogi kemaren bertangkar gara-gara kamu lo.”
” bertangkar gara-gara aku
kenapa tu anak?”
” jadi gini ceritanya, sore kemaren kami lagi
duduk-duduk dekat jembatan.Yogi bilang ” Oi Yan, Meksi lewat tu? ”. Trus
Rian kaget gitu. ” mana? Mana? ”. ”nggak
ada kok cuma becanda” dan Rian langsung marah ma Yogi.”
” sumpe loe?
” iya bener.”
” Ok lah kalau begitu!
Lonceng udah bunyi tu ayo masuk.”
Dikelas
Aku dan teman sebangku
sedang asyik ngobrol tentang mimpinya yang gila banget. Aku betul-betul serius
mendengarnya. Tapi...
”Mek Rian mau ngomong ne
sama kamu”.
”Entar ya aku lagi asyik ngomong ne sama Wiwit,”
” Aku dan Wiwit lumayan lama ngobrolnya. Habis
ceritanya panjang banget. Ternyata Rian nggak sabar nunggu. Ketika aku baru
selesai ngobrolnya, lonceng berbunyi. Aku bener-bener lupa sama janji aku ke
Rian. Trus waktu aku masuk kembali kekelas, teman-teman Rian marah banget sama
aku dan mereka meneriaki aku sombong. Aku mau jelasin tapi mereka nggak mau
dengar. Ya udah, sejak saat
itu aku dan Rian serta beberapa temannya nggak saling sapa. Ketika naik kelas IX
aku, Rian dan temannya pisah kelas dan kami
sibuk dengan urusan masing-masing. Jadi komunikasi kami tambah terputus.
Sekarang diwaktu SMA teman-teman dekat aku banyak
yang tidak satu sekolahan dengan aku, termasuk Rian. Di lain kesempatan, ketika aku bermain kerumah teman-teman SMP untuk
mengobati rasa kangennya dan Rian ada disana, Rian bahkan tidak mau melihat
muka dan tidak mau bicara denganku.
”Tumben tuh anak mau membalas senyumku padahal
dulunya sok-sok jual mahal gitu. Ah nggak boleh berfikiran kayak gitu, aku
harus berusaha memaafkan dia. Tuhan aja mau memafkan hambanya masa kamu egois gini sih. Mungkin aja dia
sekarang udah mulai bisa berfikir dewasa.”bisik hati kecil ku yang mencoba ber ”positif
thinking”
Tapi dia tidak begitu
memusingkannya. Hal itu sudah
menjadi bagian dari jalan hidup dan masa lalunya.
Jujur aku memang tidak pernah pacaran sampai
sekarang yang telah duduk di kelas 2 SMA. Dan aku dulu buka tipe orang yang mau terbuka
dengan perasaanku. Tapi sekarang setelah mendengar saran ibu akupun mencoba
untuk terbuka dan mau bercerita kepada beberapa teman yang aku percaya.
Dan salah satu temanku bercerita kepadaku tentang
kisah cintanya di masa SMP, aku mau cerita apa toh aku tidak pernah punya
hubungan spesial dengan seorang cowok. Dan teman-temanku pun banyak yang tahu.
Akupun menceritakan dengan tampang lumayan meyakinkan bahwa aku pernah suatu
ketika cemburu karena orang yang aku sukai juga disukai oleh teman dekatku.
Spontan saja dia berkata.
”Waw , ternyata kamu normal juga ya.”
Akupun langsung telan ludah mendengarnya. Jadi
selama ini teman-teman ku menganggap aku tidak normal. Kejamnya..........
” ya nurdila
lah masa ya nurdidong” aku berusaha sekuat tenaga menahan gejolak jiwa.
Sejak saat itu aku selalu berusaha nunjukin
keteman-teman bahwa aku ini tidak seperti yang mereka kira. Tapi tunggu dulu
jangan beranggapan bahwa aku langsung cari pacar dadakan. Aku masih belum siap
pacaran karena konsekkuensi tertentu. Yang jelas bukan karena ortu melarang,
ortu ngizinin kok.
kebetulan saat itu aku memang memiliki seorang
teman dekat cowok, diam-diam aku menyukainya dan aku masih belum siap ngomong,
takut ditolak. Bayangin aja kalau aku ditolak, teman-teman pasti kesusahan
karena harus nyiapin ember untuk nampung air mataku. Syukur-syukur kalau muat
kalau nggak sekolahku bisa kebanjiran lokal deh. Padahal 2 hari lagi akan
diadakan olimpiade sains sekabupaten. Bisa-bisa aku masuk koran gara ngalangin
acara tersebut. ”AIR MATA AJAIB MEMBANJIRI LOKASI OLIMPIADE SEKABUPATEN
PESSEL”. aku bakal bisa ngalahin pamornya Mahohara. Trus jadi pemain film dan
sinetron. Dan orang tuaku akan bilang
” tidak sia-sia ibu melahirkan kamu sayang,
ternyata tanpa ibu sadari kamu punya kelebihan yang luar binasa”
” bukan luar binasa bu tapi luar
biasa.”
” luar biasa apaan wong kamu udah
membinasakan sekolah tempat menuntut ilmu dan tempat kamu bisa pintar.” ibu
yang baru belajar bahasa jawa langsung mempraktekkannya padaku.
Duh hidupku hancur banget..
Ternyata cerita
omong kosong ku jadi kenyataan, cowok yang aku sukai juga disukai oleh teman
dekatku. Tapi untungnya khayalan yang nggak masuk akal ku tadi tidak jadi
kenyataan. Alhamdulillah sekolah nggak jadi kebanjiran.
Aku ini orang sabar, baik hati dan tidak sombong.
Mungkin aja ada cowok lain yang naksir diam-diam sama aku. Si dianya aja yang
belum sadar. Aku harus berusaha nemuin cinta sejatiku.
Hari minggu ini aku malas rasanya membuka mata
yang indah ini, dengan pesona alis yang tebal, bulu mata yang lentik dan bola
mata yang coklat ( coklat-coklat gini mempesona lo, jangan kira Cuma mata
birunya bule saja yang memikat, bahkan mata coklatku pernah buat seorang cowok
pingsan, kalian tahu kenapa? Karena mata coklatku seketika berubah jadi merah
kayak matanya edward di film twilight, cerita ngawurnya). setelah mata ini bisa
kuajak kompromi, giliran body yang harus dipaksa duduk. Dan kayaknya nggak
susah-susah amat ngajaknya karena dia sudah kuancam, awas kalau nggak bangun
ntar kena cubit sama ibu. Ya dia secepat kilat bergerak dan........
Kali ini aku sudah duduk dengan santainya di ruang
keluarga. Baca-baca koran, mungkin ada cowok romantis yang menyampaikan
proklamasi cintanya padaku.
Sudah sekian lama aku membolak balik halaman koran,
sesuatu yang aku cari tidak ditemukan. Tim SAR pun kewalahan dan menyatakan
bahwa mereka menyerah. Tampaknya alunan lagu D’Masivv yang aku hidupkan untuk
membakar semangat mereka telah sia-sia.
Ah kenapa ku hanya memikirkan masalah cinta. Cinta adalah kata yang setiap orang
mengartikannya berbeda. Tergantung pengalaman yang telah dia lalui. Dan bagiku
membahas cinta hanya akan menghabiskan waktu. Sekarang tiba saatnya
dipenghujung perjalanan. Aku harus menghadapi UAN yang sangat mengerikan karena
bagaimanapun semangat 45’ nya kita melangkah kesekolah dan hadir 100% nggak
bakal menjamin kita untuk lulus. Tapi kita juga harus persiapan. Karena aku
pernah membaca sebuah kutipan :
”
Allah menyiapkan yang terbaik selama kita berusaha maksimal”
”jika
kita merasa lelah, tidak berdaya dan
usaha yang sepertinya sia-sia, Allah tahu betapa keras kita berusaha. Ketika
kita merasa sendirian dan tidak ada yang peduli. Allah selalu bersama kita.”
Perjuangan berat telah membuatku
mati rasa seperti lagunya dewi sandra. Aku benar-benar pasrah apapun yang
terjadi aku harus selalu bersemangat
Setelah pencarian yang cukup lama hingga aku tamat
SMA sepertinya tidak ada yang nembak aku. Alhamdulillah aku masih diberi kesempatan
oleh allah untuk menjalani hidup dan mencari pasangan sejati. Dan akhirnya aku
dapat juga. Kebetulan wali band sedang cari jodoh mungkin aja aku bisa daftar.
Selamat tinggal teman-teman aku bakal masuk koran sekaligus diliput oleh
infotaiment. Akhirnya bu, ibu benar-benar nggak sia-sia melahirkan aku.
greyson chance lyrics
Greyson chance – home
is in your eyes
My heart beats
a little bit slower
These nights are a little bit colder
Now that you’re gone
My skies seem a little bit darker
Sweet dreams seem a little bit harder…
I hate when you’re gone
These nights are a little bit colder
Now that you’re gone
My skies seem a little bit darker
Sweet dreams seem a little bit harder…
I hate when you’re gone
Everyday time
is passing
Growing tired
of all this travelling
Take me away to
where you are
(chorus) :
Iwanna be
holding your hand
Inthe sand by
the tire swing
Where we used
to be
Baby you and me
I travel a
thousand miles
Just so I can
see your smile
Feels so far
away when you cry
‘cause home is
in your eyes
Your heart beats a little bit
faster
There’s tears where there use to be laughter…
Now that I’m gone…
You talk just a little bit softer
Things take a little bit longer.
You hate that I’m gone.
There’s tears where there use to be laughter…
Now that I’m gone…
You talk just a little bit softer
Things take a little bit longer.
You hate that I’m gone.
Everyday time
is passing
Growing tired
of all this travelling
Take me away to
where you are
Back to
(chorus) :
(bridge) :
If I could write another ending
This wouldn’t even be our song
I’d find a way where we would never ever be apart
Right from the start
This wouldn’t even be our song
I’d find a way where we would never ever be apart
Right from the start
Iwanna be
holding your hand
Inthe sand by
the tire swing
Where we used
to be
Baby you and me
I travel a
thousand miles
Just so I can
see your smile
Feels so far
away when you cry
‘cause home is
in your eyes (2X)
contoh naskah drama
Mr. Lelet
Randy adalah seorang anak yang sekarang duduk
dibangku kelas 3 SMP yang hidup hanya bersama bundanya dan Ayahnya sudah
meninggal. Mr. Lelet adalah sapaan akrab bagi Randy. Dan Randy pun tak bisa
mangkir dari sapaan itu karena Ya, itu lah kenyataannya, tetapi walaupun Randy
lelet dia merupakan anak yang pintar. Sapaan itu berawal dari Randy masih duduk
di kelas 1 SMP.
Suatu pagi yang cerah, yang pada hari itu adalah
hari senin dan itulah hari pertama untuk Randy memakai seragam putih biru.
Terdengar suara Bunda Randy yang dengan sabar membangunkan Randy dari mimpi
indah yang terlalu panjang.
Bunda : (memanggil
dengan lembut) Randy … bangun, nak !! Sholat dulu, nak !!
Randy :
(menjawab dengan lemas) Iya bun … bentar lagi bun …
Bunda : (menarik
nafas panjang dan memanggil sekali lagi) Randy … bangun nak !! cepetan sholat !!
Randy : (masih
dengan suara yang lemas) ya bunda … bentar lagi ! Randy bakalan bangun !
Bunda : (pergi ke
kamar Randy dengan wajah kesal) (membuka pintu) Randy bangun … cepet Randy,
nanti kamu telat lo pergi sekolah hari ini kan hari pertama masuk sekolah
sayang dan kamu nggak SD lagi.
Randy :
(tersentak dari tidurnya) oh yaa .. lupa bun, Randy pikir sekarang masih libur
Bunda :
(menggeleng) Randy ... Randy. Cepetan ke kamar mandi sholat dulu.
Randy : Ya, bun
…
Randy bergegas ke kamar
mandi untuk mengambil wudhu’, sholat, lalu bergegas mandi dan berpakaian putih
birunya. Walaupun bergegas ternyata Randy belum beruntung dan terlambat.
Randy : (sedang berpakaian dengan wajah cemas) Bun
… sekarang jam berapa ?
Bunda : (menyiapkan sarapan pagi) udah jam 7 kurang
20 !
Randy :
(makin cemas dan berbicara sendiri) waduuuhhh ….. mampus gua bisa-bisa gua
telat nih.
Bunda :
(selesai menyiapkan sarapan pagi) Ran … sarapan dulu ya !
Randy :
(bergegas menuruni tangga) Ngga’ deh bun … udah telat.
Bunda :
(menghela nafas) tapi bawa bekal ya !
Randy :
(mengerutkan dahi) ngga’ ahh bun … Randy kan cowok ! masa cowok bawa bekal,
bikin malu aja !
Bunda :
(gemas dan mengacaukan rambut Randy) Dasar !! trus sarapan ini buat siapa, anak
ganteng ?
Randy :
(kesal) ahhh bunda ini, rambut Randy jadi berantakan ! ya terserah bunda !
(bergegas kedepan rumah) ahhh udah Randy pergi dulu ya bun !
Bunda :
(tersenyum) iyaaa sayang …
Randy :
Assalamualaikum
Bunda :
wa’alaikum salam … Hati-hati ya nak !!
*****
Randy
bergegas pergi kedepan rumah untuk menunggu bus angkutan kota yang biasa di
tumpangi oleh Randy.
Randy : (galau) duhh lama banget sih ! Bus gua
mohon cepet dong !
(berteriak)
busss cepetannnnn !!!
Akhirnya
sebuah bus berhenti tepat didepan Randy.
Randy : (tersenyum) akhirnyaaaa (berbicara didalam
hati) tapi kayaknya gua pasti telat deh, mampus gua ! (memukul kepala sendiri)
duhh kok gua bisa telat kayak gini sih ! dasar begok !
Setelah
10 menit diperjalanan akkhirnya Randy tiba disekolah baru nya SMP Tunas Bangsa.
Ternyata benar dugaan Randy, dia terlambat.
Randy : (bingung) kok ngga’ ada orang ya ?
(berfikir sejenak) waduuhhh Randy lo begok banget sih ? itu berarti lo telat begok
! (berlari ke suatu barisan).
Ternyata
keterlambatan Randy diketahui oleh salah satu pengurus OSIS yang bernama Kesha.
Kesha : (Bertanya kepada Randy) dek, kamu telat
kan ?
Randy : (Terkejut dan menunduk) eehh … Iya kak
Kesha : (terheran) hari pertama kok bisa telat
?
Randy : (menunduk) Bangunnya telat kak trus tadi
dapet bus kotanya lama.
Kesha : (mengeluarkan kertas kecil) Ya udah,
trus nama kamu siapa ?
Randy
: (menjawab polos) Randy satria putra
kak.
Kesha : (mencatat nama Randy) baiklah … tapi
kamu barisnya disana ya! (menunjuk ke sudut barisan)
Randy : (berpindah tempat) ya kak …
Selang
beberapa menit pengurus-pengurus OSIS berdiskusi tentang keterlambatan Randy.
Kesha : (menghampiri Danny, Candy,
dan Jhony) guys … ada yang telat tuh !
Jhony : (heran) kok baru awal sekolah masih ada
yang telat ya ?
Kesha : (mrngangkat bahu)
Danny : (menyela pembicaraan) iya ya … kok udah
telat aja ?
Candy : (berhenti menguyah
mekanannya) emang kelas 7 or 8 ?
Kesha : (berpikir sejenak)
kayaknya kelas 7 deh, soalnya baru kelihatan.
Jhony : (berdiri) udah ahhh yuk kesana ! (Candy,
Kesha, dan Danny mengikuti dari belakang)
Kakak-kakak
pengurus pun pergi menghampiri Randy yang tengah lesu. Dan saat itulah Randy
bertemu dengan 3 cowok yang menamakan Genk mereka JB Face yang udah dikenal dan
disegani siswa-siswa SMP Tuns Bangsa walaupun baru awal sekolah.
Jhony : (menghampiri Randy dan berbicara dengan
tegas) kenapa telat dek ?
Randy : (menunduk malu) ketiduran
kak trus bus nya lama kak.
Tiba-tiba
terdengar dari kejauhan suara JB Face genk yang beranggotaka Daniel keturunan
amerika, Robert keturunan eropa dan satu keturunan korea bernama Lee yang sudah
lama tinggal di Indonesia. Dan Genk ini diketuai oleh Daniel.
Daniel : (tersenyum sinis) look
that boy, guys ! awal sekolah udah telat !
Lee : (menyela pembicaran denga logt koreanya) nde (bahasa korea = iya) … cowok kok lelet
Robert : (tertawa sinis) (diikuti oleh seluruh siswa)
Randy : (menunduk dan menahan rasa
marah)
Candy : (mengggeleng) besok jangan
telat lagi ya, dek !
Randy : ya kak …
Danny : (menyela) kalau telat lagi hukumannya
tambah berat lo !
Randy : ya kak …
Dan
akhirnya tibalah pengumuman yang sangat mendebarkan jantunng Randy yaitu
pengumuman apakah kelas yang akan dia tempati dan akan diumumkan oleh Ibu Wakil
kesiswaan. Tidak disangka Randy harus sekelas dengan Genk JB Face.
Ibu
Wakes : (tersenyum) Baiklah anak-anak Ibu
akan mengumumkan dimanakah kelas yang akan kalian duduki. Ibu akan memulai dari
kelas 7.1 diawali dari nama Anggun Putri, Daniel Pattinson
Daniel
: (tersenyum sombong) allright guys
Ibu
wakes : (melanjutkan pengumuman) Lee
Sungjong
Randy : (berdo’a dalam hati) semoga gua !
Ibu
wakes : Randy Satria putra, Robert Mahone (hingga
26 nama dan menyebutkan nama-nama kelas lain)
Randy : (bersyukur) Alhamdulillah
Robert : (sombong) we know that will happen, guys !
Murid-murid
kelas 7 langsung memasuki ruangan masing-masing sepeti yang telah diumumkan
oleh Ibu wakil kesiswaan. Dan Randy duduk disebelah anak pintar yang bernama
Anggun Putri. Dan disebelah mereka adalah JB Face Genk.
Randy : (duduk disebelah Anggun dan menyapa)
Hi, gua Randy, kalo loe ?
Anggun : (tersenyum) Hi, panggil aja gua Anggun !
Randy : (melanjutkan perkenalan) loe dari SD
mana ?
Anggun : (Tersenyum) mmmm dari SD karya bakti,
loe sendiri ?
Randy : (membalas senyuman Anggun) Ooohh gua
dari SD mekar jaya.
Tiba-tiba
Daniel memulai pembicaraan dengan memcaci Randy.
Daniel : (memperlihatkan wajah sombong) eeehhh
lihat tuh, Guys ! Yang duduk disebelah kita yang telat tadi ya ?
Lee : (berbicara dengan logat koreanya) iya
tuh … awal pelajaran kok bisa telat ya ? bikin malu !
(diikuti
tawa seluruh siswa)
Randy : (menahan malu dan marah)
Anggun : (menggeleng) cowok kok kayak cewek sih !
(melihat pada Randy) lo Sabar aja ya ! mereka emang kayak gitu !
Randy : ( menegakkan kepala) pasti …
Akhirnya
setelah kurang lebih 6 jam mereka mengikuti pelajaran Bel panjang tanda jam
pelajaran berakhir pun berbunyi. Terdengar seluruh kelas bersorak.
Randy : (lega) huhh Akhirnya !
Anggun : (melihat Randy) gua duluan ya Ran !
Randy : (Tersenyum) ok nggun !
*****
Besoknya
datang Randy kembali kesekolah denga keadaan kebali terlambat hingga seminggu
berjalan. Dan itu membuat teman-teman Randy pun bingung tetapi membuat JB Face
Genk senang. Dan dari sanalah Mr. lelet berasal.
Daniel
: (terheran) heyyy you ! lo kenapa sih ? telat mulu lo !
Randy : (hanya terdiam)
Robert : (menyambungDaniel) lo Mr. Lelet ya ?
Daniel : (tertawa terbahak) good ide, bro ! (memperkeras suara)
Guhys ! sekarang nama anak lelet ini nggak
Randy tapi loe semua harus panggil dia Mr.lelet !
Lee : (sinis) great !
Nama
Mr. Lelet langsung melekat pada Randy dalam sekejap. Semua siswa 7.1
mersoorak-sorai menyuarakan Mr. Lelet. Pada pelajaran B.indonesia yaitu Drama,
Randy harus menerima kenyataan yaitu berja sama dengan JB Face Genk.
Ibu
guru : (menyucapkan salam dan
memberikan materi tentang Drama) baiklah anak-anak Ibu akan membagi kalian
menjadi beberapa kelompok untuk menampilkan sebuah drama !
Siswa : (mengeluh) Baiklah buuuu
Ibu : (melihat absen kelas) Randy
kamu bekerja sama dengan Daniel, Robert, dan Lee ya !
Randy : (mengeluh dan lesu) duhhh kenapa
gua harus sama mereka sihh ?
Anggun : (melihat Randy) sabar aja Ran !
Randy : (tersenyum)
Bel
tanda berakhirnya pelajaran pun berbunyi. Randy bergegas keluar dari
perkarangan sekolah.
*****
Ketika sampai dirumah Bunda pun
terheran melihat sikap Randy.
Bunda : (heran) Randy … kamu kenapa nak ?
Randy : (menjawab menjawab dengan
lesu) Ngga’ ada bun !
Bunda : (menenangkan Randy) bener nih ?
Randy : (tak bersemangat) Iya
bundaaaa
Bunda : (menghampiri Randy) kalo ada masalah
cerita sama bunda aja !
Randy : (menunduk) Bun, kenapa sih
Randy lelet dalam sekala hal ?
Bunda : (heran) lelet gimana ?
Randy : udah seminggu ini Randy
telat mulu bun !
Bunda : (mencoba menenangkan Randy) Randy ! Kamu
harus berusaha untuk menghilangka sifat itu, nak ! Jangan menyalahkan diri
sendiri.
Randy : (hanya terdiam dan pergi ke kamar
nya)
*****
Siang
harinya Randy bergegas pergi kembali kesekolah untuk latihan Drama bersama JB
Face Genk.
Lee : (Heran) tumben loe ngga’ telat ?
Daniel : ohh iya ya … Tumben !
Randy : (menghela nafas) ya udah … latihannya
kapan ?
Robert : (nada tinggi) ya sekarang lah !
Pada saat latihan Daniel pergi keluar untuk membeli
sedikit makanan sedangkan Lee dan Robert
sibuk dengan urusan memamerkan barang-barang baru mereka.
Daniel :
(memegang perut) ehhh gua laper nih ! gua keluar bentar ya ! beli makanan !
Robert & Lee : Ok bro !
Robert & Lee : Ok bro !
*****
Selang beberapa menit terjadi
kecelakaan di depan SMP Tunas Bangsa. Tapi, itu tidak membuat Robert dan Lee
kaget mereka terus saja melanjutkan kegiatan mereka. Tapi karena penasaran
Randy bergegas keluar untuk melihat kejadian itu. Betapa kagetnya Randy
ternyata Daniel tergeletak lemas di tengah jalan.
Randy : (berteriak) Daniellllll !!!! tolonggggg
(mengambil telepon genggam dan langsung
menelpon Ambulance)
5 menit
kemudian Ambulance datang dan mengangkat Daniel yang lemah. Dan Randy duduk di
samping Daniel yang lemah. Sesampainya di Rumah Sakit Dokter langsung menolong
Daniel.
Dokter : (keluar ruangan) keluarga Daniel ?
Randy : (kaget dan menangis) saya temannya dok !
Dokter : (menenangkan Randy) jangan cemas ! keadaanya
baik-baik saja tidak terlalu parah. Dan kami sudah menghubungi Orang tua
Daniel. Silahkan masuk kedalam ruangan Daniel ingin bertemu dengan kamu !
Randy : (masih menangis) iya dok ! (memasuki
ruangan Daniel)
Daniel : (tertawa) eehhh Mr. lelet
lo kenapa nagis ? cengeng lo !
Randy : (menghapus air mata) siapa
yang nangis gua cuma kelilipan kok !
Daniel : (tertawa) jangan bohong
deh lo !
Randy : (meninggihkan nada suara)
Ngga’, Gua ngga’ bohong kok ! (membelakangi Daniel)
Daniel : (lemah) thak’s
ya bro ! walaupun lo Mr. Lelet tapi lo ngga’ lelet nolongin gua !
Randy : (terdiam)
Daniel : (merasa bersalah) sorry ! forgive me bro ! gua udah jahat
selama ini ke lo !
Randy : (membalikkan badan dan
menatap Daniel) gua udah maafin lo kok Dan !
Daniel : (menunduk) Ran, would you be my bestfriend ? gua selama
ini kesepian Ran!
Randy : (bingung) trus Robert ama
Lee ? bukannya mereka anggota Genk lo ?
Daniel : (menunduk) Iya … tapi mereka sibuk sendiri
!
Randy : (tersenyum) pasti gua jadi
bestfriend loe kok !
Daniel : (senang) thank’s bro !
Randy : (berjalan dn memeluk
Daniel)
Daniel : (tersenyum lega)
Beberapa
menit kemudian datang lah keluarga Daniel bersama Robert dan Lee. Keluarga
Daniel pergi menemui Dokter sedangkan Robert dan Lee masuk keruangan Daniel.
Robert : (menyesal) sorry bro ! kita ngga’ tau kalo lo yang kcelakaan.
Daniel : (marah) lo telat !
Lee : (menyesal) Mianhe (maaf) , D !
Daniel : (marah) lo telattttt !!!
Randy : (menengahi) Udahlah Dan ! mereka kan udah
menyesal telat nolongin lo !
Lee dan
Robert : (menunduk)
Daniel : (terdiam)
Lee : (semakin menyesal) maafin gua bro !
Randy : maafin aja Dan !
Daniel : (tersenyum) ya udah gua maafin kalian
Akhirnya
setelah seminggu di Rumah Sakit Daniel keluar dari Rumah Sakit dan kembali ke
sekolah. Dan akhirnya Daniel, Robert, Lee ditambah Randy menjadi teman baik.
Tetapi panggilan Mr. lelet masih melekat pada Randy. Tapi, Randy sekarang bisa
menanggapi itu semua dengan senyman karena ada teman baiknya yang selalu baik
dan menerima Randy yaitu Daniel, Robert, dan Lee. Lama kelamaan Randy pun bisa
menghilangkan sifat buruknya itu berkat Daniel. Dan mereka berteman baik hingga
sekarang dan mereka sekarang telah duduk di kelas 3 SMP.
Dan
mereka berencana untuk melanjutkan ke sekolah lanjutan atas yang sama.
Langganan:
Komentar (Atom)
