Rabu, 22 Februari 2012

contoh cerpen


”Sang pengkhayal”
by : s. maiyusri

Malam ini hujan deras ketika di malam minggu membuat orang-orang memutuskan untuk tidur mengambil selimut dan memejamkan matanya. Bagi mereka yang lagi malam minggu ? Entahlah itu tidak masuk bagian dari cerpen ini.
            “Malam ini dengan siapa?  Sapa sang penyiar yang lagi ngangkat telpon dari salah satu klien curhatnya.
            ”Malam juga penyiar ini Mr X dari negri entah berantah.” jawab si penelpon yang asal ngomong aja.
            ”Malam ini Mr X mau curhat masalah apa nih ?
            ”Jadi malam ini edisi curhat-curhatan ya?” tanya sipenelpon yang kayaknya nggak ngikutin acara radio yang telah berlangsung satu setengah jam.
            ”Ok deh, kebetulan aku juga butuh teman curhat nih. Gini penyiar aku punya cewek nih. Jadi tadi dia mutusin aku gitu tanpa sebab yang jelas. Waktu aku tanyain apa salah aku dia cuma bilang makasih padaku atas kebersamaan kita selama ini. Dan makasih karena aku telah gantiin posisi cowoknya yang jauh darinya.”
            ”Maksud kamu? Duh kayaknya sipenyiar nggak nyambung-nyambung ya, maklum signal sudah mulai kurang kan udah larut malam.
            ”Gini, cewek itu punya cowok dijakarta. Karena jarak mereka yang jauh, jadi dia ngerasa kesepian. Karena kami selama ini dekat jadi dia sering berbagi cerita sama aku dan karena kedekatan itulah kami memutuskan untuk berhubungan lebih dari sekedar teman.”
            ”Waktu kalian jadian apa tuh cewek udah mutusin pacarnya yang ada dijakarta itu?”
            ”Belum sih, tapi aku mau-mau aja karena aku rasa dia bisa ngelupain pacarnya tersebut. Kan dia sudah punya aku yang lebih perhatian dari cowoknya itu.”
            ”Dunia ini nggak dapat dipastikan Mr X. Kalau menurut aku itu terjadi karena kecerobohan kamu juga. Ya saran aku, sebaiknya kamu lupain dia, lupain kejadian itu, anggap itu tidak pernah terjadi. Mungkin saja tuhan akan mengirimkan seorang cewek yang lebih baik dari dia OK.
            ” Akan aku usahain deh. Makasih penyiar.” jawab Mr X dengan suara memelas.
            ”ya sama-sama.”
            Itulah sepenggal dialog antara penyiar dan penelpon yang baru saja aku dengar. aku memang suka mendengarkan curhatan-curhatan dari teman-temannya maupun dari radio seperti tadi karena dari pengalaman yang aku dengar bisa mendalami arti hidup dan mengambil hikmah dari setiap cerita yang didengarnya.
            Dalam hati aku berbisik
            ”Tuh cowok bodoh amat sih mau aja ngelakuin hubungan yang nggak jelas kayak gitu. Kalau nggak laku sabar aja. Liat ne aku enjoy-enjoy aja tu. Ah aku nggak boleh berfikiran kayak gitu. Toh kalau kamu diposisi itu belum tentu kamu bisa sebijak yang kamu kira. Kata orang cinta itu buta.”
            Tiba-tiba suara merdu ”Ello” menemani malam-malam sunyiku. Sedikit demi sedikit tubuh ku mulai bergerak dan kemudian bergoyang mengikuti Lantunan lagu ”masih ada”, lagu kesayangan ku yang kebetulan isi liriknya aku banget.
            Malam semakin larut. Aku tidak bisa menolak perintah otakku untuk segera tidur dan melepaskan earphone dari telinga.
            Bunyi alarm dari handphone pun membuat ku terbangun. Aku harus bergegas karena akan mengantarkan adik kemesjid untuk didikan subuh.
Sepulang dari mengantarkan adik dan setelah shalat subuh. Aku bersama ibu dan ayah jalan-jalan pagi disekitaran kota painan yang belum begitu terpolusi.
Ditengah perjalanan aku bertemu dengan Rian, teman sekelas ku dulu waktu di SMP. Aku pun berusaha melempar senyum kepadanya. aku tak menyangka senyumku akan dibalas ramah oleh Rian. Sejak kejadian itu sampai sekarang aku dan Rian memang tidak pernah tegur sapa. Setiap kali berpas-pasan Rian acap kali memalingkan wajahnya dari ku.
            Kejadian itu dimulai sejak aku duduk dikelas VIII. Saat aku memutuskan untuk tidak menerima perasaan melebihi teman dari Rian ( tapi sebenarnya dia belum menyampaikannya padaku). aku merasa masih tergolong anak-anak dan belum cukup umur untuk melakukan hubungan dengan seorang cowok yang melebihi teman.

            ” Mek ada yang kirim salam sama kamu ,( cie.... suit suit....)”
            ” Siapa?” aku nanya dengan tampang serius, tapi dalam hati...entahlah hanya Allah yang tahu.
            ”Rian”
            ” kalau gitu bilang sama dia waalaikumusalam dari aku ya.”
            Jujur aku nggak respect sama sekali karena aku kira teman-teman hanya becanda. Tapi, besoknya...
” Mek tahu nggak? Rian dan Yogi kemaren bertangkar gara-gara kamu lo.”
            ” bertangkar gara-gara aku kenapa tu anak?”
            ” jadi gini ceritanya, sore kemaren kami lagi duduk-duduk dekat jembatan.Yogi bilang ” Oi Yan, Meksi lewat tu? ”. Trus Rian  kaget gitu. ” mana? Mana? ”. ”nggak ada kok cuma becanda” dan Rian langsung marah ma Yogi.”
            ” sumpe loe?
            ” iya bener.”
            ” Ok lah kalau begitu! Lonceng udah bunyi tu ayo masuk.”
           
Dikelas

            Aku dan teman sebangku sedang asyik ngobrol tentang mimpinya yang gila banget. Aku betul-betul serius mendengarnya. Tapi...
            ”Mek Rian mau ngomong ne sama kamu”.
            ”Entar ya aku lagi asyik ngomong ne sama Wiwit,”
            ” Aku dan Wiwit lumayan lama ngobrolnya. Habis ceritanya panjang banget. Ternyata Rian nggak sabar nunggu. Ketika aku baru selesai ngobrolnya, lonceng berbunyi. Aku bener-bener lupa sama janji aku ke Rian. Trus waktu aku masuk kembali kekelas, teman-teman Rian marah banget sama aku dan mereka meneriaki aku sombong. Aku mau jelasin tapi mereka nggak mau dengar. Ya udah, sejak saat itu aku dan Rian serta beberapa temannya nggak saling sapa. Ketika naik kelas IX  aku, Rian dan temannya pisah kelas dan kami sibuk dengan urusan masing-masing. Jadi komunikasi kami tambah terputus.
           
Sekarang diwaktu SMA teman-teman dekat aku banyak yang tidak satu sekolahan dengan aku, termasuk Rian. Di lain kesempatan, ketika aku bermain kerumah teman-teman SMP untuk mengobati rasa kangennya dan Rian ada disana, Rian bahkan tidak mau melihat muka dan tidak mau bicara denganku.
”Tumben tuh anak mau membalas senyumku padahal dulunya sok-sok jual mahal gitu. Ah nggak boleh berfikiran kayak gitu, aku harus berusaha memaafkan dia. Tuhan aja mau memafkan hambanya masa kamu egois gini sih. Mungkin aja dia sekarang udah mulai bisa berfikir dewasa.”bisik hati kecil ku yang mencoba ber ”positif thinking”
Tapi dia tidak begitu memusingkannya. Hal itu sudah menjadi bagian dari jalan hidup dan masa lalunya.
Jujur aku memang tidak pernah pacaran sampai sekarang yang telah duduk di kelas 2 SMA. Dan aku dulu buka tipe orang yang mau terbuka dengan perasaanku. Tapi sekarang setelah mendengar saran ibu akupun mencoba untuk terbuka dan mau bercerita kepada beberapa teman yang aku percaya.
Dan salah satu temanku bercerita kepadaku tentang kisah cintanya di masa SMP, aku mau cerita apa toh aku tidak pernah punya hubungan spesial dengan seorang cowok. Dan teman-temanku pun banyak yang tahu. Akupun menceritakan dengan tampang lumayan meyakinkan bahwa aku pernah suatu ketika cemburu karena orang yang aku sukai juga disukai oleh teman dekatku. Spontan saja dia berkata.
”Waw , ternyata kamu normal juga ya.”
Akupun langsung telan ludah mendengarnya. Jadi selama ini teman-teman ku menganggap aku tidak normal. Kejamnya..........
” ya nurdila  lah masa ya nurdidong” aku berusaha sekuat tenaga menahan gejolak jiwa.
Sejak saat itu aku selalu berusaha nunjukin keteman-teman bahwa aku ini tidak seperti yang mereka kira. Tapi tunggu dulu jangan beranggapan bahwa aku langsung cari pacar dadakan. Aku masih belum siap pacaran karena konsekkuensi tertentu. Yang jelas bukan karena ortu melarang, ortu ngizinin kok.
kebetulan saat itu aku memang memiliki seorang teman dekat cowok, diam-diam aku menyukainya dan aku masih belum siap ngomong, takut ditolak. Bayangin aja kalau aku ditolak, teman-teman pasti kesusahan karena harus nyiapin ember untuk nampung air mataku. Syukur-syukur kalau muat kalau nggak sekolahku bisa kebanjiran lokal deh. Padahal 2 hari lagi akan diadakan olimpiade sains sekabupaten. Bisa-bisa aku masuk koran gara ngalangin acara tersebut. ”AIR MATA AJAIB MEMBANJIRI LOKASI OLIMPIADE SEKABUPATEN PESSEL”. aku bakal bisa ngalahin pamornya Mahohara. Trus jadi pemain film dan sinetron. Dan orang tuaku akan bilang
” tidak sia-sia ibu melahirkan kamu sayang, ternyata tanpa ibu sadari kamu punya kelebihan yang luar binasa”
” bukan luar binasa bu tapi luar biasa.”
” luar biasa apaan wong kamu udah membinasakan sekolah tempat menuntut ilmu dan tempat kamu bisa pintar.” ibu yang baru belajar bahasa jawa langsung mempraktekkannya padaku.
Duh hidupku hancur banget..
Ternyata  cerita omong kosong ku jadi kenyataan, cowok yang aku sukai juga disukai oleh teman dekatku. Tapi untungnya khayalan yang nggak masuk akal ku tadi tidak jadi kenyataan. Alhamdulillah sekolah nggak jadi kebanjiran.
Aku ini orang sabar, baik hati dan tidak sombong. Mungkin aja ada cowok lain yang naksir diam-diam sama aku. Si dianya aja yang belum sadar. Aku harus berusaha nemuin cinta sejatiku.
Hari minggu ini aku malas rasanya membuka mata yang indah ini, dengan pesona alis yang tebal, bulu mata yang lentik dan bola mata yang coklat ( coklat-coklat gini mempesona lo, jangan kira Cuma mata birunya bule saja yang memikat, bahkan mata coklatku pernah buat seorang cowok pingsan, kalian tahu kenapa? Karena mata coklatku seketika berubah jadi merah kayak matanya edward di film twilight, cerita ngawurnya). setelah mata ini bisa kuajak kompromi, giliran body yang harus dipaksa duduk. Dan kayaknya nggak susah-susah amat ngajaknya karena dia sudah kuancam, awas kalau nggak bangun ntar kena cubit sama ibu. Ya dia secepat kilat bergerak dan........
Kali ini aku sudah duduk dengan santainya di ruang keluarga. Baca-baca koran, mungkin ada cowok romantis yang menyampaikan proklamasi cintanya padaku.
Sudah sekian lama aku membolak balik halaman koran, sesuatu yang aku cari tidak ditemukan. Tim SAR pun kewalahan dan menyatakan bahwa mereka menyerah. Tampaknya alunan lagu D’Masivv yang aku hidupkan untuk membakar semangat mereka telah sia-sia.
Ah kenapa ku hanya memikirkan masalah cinta. Cinta adalah kata yang setiap orang mengartikannya berbeda. Tergantung pengalaman yang telah dia lalui. Dan bagiku membahas cinta hanya akan menghabiskan waktu. Sekarang tiba saatnya dipenghujung perjalanan. Aku harus menghadapi UAN yang sangat mengerikan karena bagaimanapun semangat 45’ nya kita melangkah kesekolah dan hadir 100% nggak bakal menjamin kita untuk lulus. Tapi kita juga harus persiapan. Karena aku pernah membaca sebuah kutipan :

” Allah menyiapkan yang terbaik selama kita berusaha maksimal”
”jika kita merasa lelah,  tidak berdaya dan usaha yang sepertinya sia-sia, Allah tahu betapa keras kita berusaha. Ketika kita merasa sendirian dan tidak ada yang peduli. Allah selalu bersama kita.”

            Perjuangan berat telah membuatku mati rasa seperti lagunya dewi sandra. Aku benar-benar pasrah apapun yang terjadi aku harus selalu bersemangat

Setelah pencarian yang cukup lama hingga aku tamat SMA sepertinya tidak ada yang nembak aku. Alhamdulillah aku masih diberi kesempatan oleh allah untuk menjalani hidup dan mencari pasangan sejati. Dan akhirnya aku dapat juga. Kebetulan wali band sedang cari jodoh mungkin aja aku bisa daftar. Selamat tinggal teman-teman aku bakal masuk koran sekaligus diliput oleh infotaiment. Akhirnya bu, ibu benar-benar nggak sia-sia melahirkan aku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar